Saat ini saya sedang membaca novel “9 Matahari” karangan Yuli Anita/Adenita. Membaca buku ini membawa saya kepada masa-masa kuliah dulu. Mengingatkan kita semua umumnya dan saya sendiri khususnya dalam hidup yang musti eling. Walau saya tidak hidup dalam perjuangan seperti yang pengarang alami, namun selalu terbesit dalam hati saya bahwa semua orang, siapapun itu berada pada derajat yang sama di sisi-Nya. Kita tidak boleh sombong, harus melihat sesuatu dari berbagai sisi dan bersikap toleran sangat penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Sedari saya kuliah dulu, diri ini terpatri untuk selalu memposisikan bagaimana jika saya berada pada keadaan orang-orang yang berbeda nasib dengan saya. Oleh karena itu saya mencoba mengenal kehidupan teman-teman saya dari berbagai daerah, berbagai jurusan, berbeda pergaulan. Pergaulan yang homogen membuat tidak banyak perbedaan dan tak pernah tahu bagaimana sebenarnya kenyataan yang ada dalam kehidupan.
“9 Matahari” adalah bukti konkrit sebuah pedihnya kehidupan dan sebuah manisnya perjuangan. Sekaligus membuat saya menyesal mengapa hanya sebentar saya mencicip dunia mahasiswa. Idealisme terpendam begitu saja, dengan semangat yang masih menyala-nyala. Saya merekomendasi buku ini untuk dibaca bagi teman-teman yang masih berada pada bangku perkuliahan. Bahwa dengan anda kuliah, anda sedang berada pada level pendewasaan diri dan lihatlah segala kenyataan yang ada. Jangan terlalu terbawa oleh arus gaya hidup zaman sekarang, masih banyak yang bisa kita lakukan, setidaknya jangan egois, jika masalah finansial tidak mengganggu perkuliahan anda, maka bergeraklah, ingat bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang berguna untuk orang lain.
Salute to Yuli Anita…
Saturday, January 10, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment